Tiga puluh delapan provinsi, 514 kabupaten dan kota, 7.277 kecamatan, dan 83.731 desa, disajikan sebagai REST API yang bentuk URL-nya mencerminkan hierarki administratifnya sendiri. Setiap catatan membawa rantai induknya, dan seluruh datanya ikut dikirim bersama kodenya — tidak ada basis data dan tidak ada panggilan ke hulu.
Data administratif Indonesia bersifat publik dan cukup stabil, dan hampir setiap proyek yang membutuhkannya berakhir dengan menyalin ulang atau mengetik ulang datanya. Yang ini menyajikan seluruh hierarkinya — provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan, desa — dari satu API, dengan tiap catatan menyebut induknya sehingga pemanggil bisa menelusuri ke atas tanpa permintaan kedua.
Datanya tidak cukup sering berubah untuk membenarkan sebuah basis data. Keempat tingkat dimuat dari JSON saat impor, diindeks ke dalam kamus menurut kode dan menurut induk, lalu disimpan selama umur prosesnya. Pencarian menjadi hash hit; tidak ada perencana kueri dan tidak ada yang perlu disinkronkan.
Skema utamanya memakai kode resmi, disusun bersarang sebagaimana hierarkinya bersarang: kode provinsi, lalu kode kabupaten di bawahnya, lalu kecamatan. Itu bentuk yang tepat ketika Anda sudah memegang kode resminya dan ingin anak-anaknya.
Skema paralelnya menyebut catatan yang sama menurut posisi urutan — kabupaten ketiga sebuah provinsi, kecamatan kedua kabupaten itu — yang justru Anda butuhkan ketika sedang menelusuri formulir dari sebuah dropdown alih-alih menyelesaikan kode yang sudah diketahui. Satu pencarian terpisah menyelesaikan kode mana pun di tingkat mana pun dalam satu panggilan, tanpa pemanggil perlu tahu kode itu milik tingkat yang mana.